Kamis, 11 Agustus 2011

Beranda » PAKAN AYAM BURAS

PAKAN AYAM BURAS


Pakan ayam buras/kampung harus diberikan dalam jumlah yang cukup sesuai dengan umur ayam dan mengandung gizi (protein, karbohodrat, lemak, mineral dan air).
Untuk peternakan ayam buras sistem ren, 60 % - 70 % total biaya digunakan untuk pakan. Sebelum menentukan bahan pakan yang digunakan perlu diketahui ketersediaan bahan pakan yang ada di lokasi sehingga akan diperoleh ransum yang murah dan mudah diperoleh serta persediaan bahan pakan terjamin.

Kualitas dan kuantitas/jumlah ransum yang berasal dari pabrik lebih terjamin tapi harganya lebih mahal. Kandungan gizi dalam pakan seperti protein, energi, mineral, vitamin dan air harus tersedia secara cukup dalam ransum untuk hidup pokok, produksi dan reproduksi.
Berkut ini dijelaskan contoh kebutuhan gizi ayam buras pada umur yang berbeda, sebagai berikut : a) untuk ayam umur 0 - 12 minggu membutuhkan : energi metabolis 2600 kkal/kg; kalsium 0,9 %; fosfor tersedia 0,45 %; protein kasar 15 -17 %; meteonin 0,37 %; lisin0,87 %; b) untuk ayam umur 12 -22 minggu membutuhkan : energi metabolis 2400 kkal/kg; kalsium 1 %; fosfor tersedia 0,40 %; protein kasar 14 %; meteonin 0,21%; lisin 0,45 %; c) dan untuk ayam umur lebih dari 22 minggu membutuhkan : energi metabolis 2400 - 2600 kkal/kg; kalsium 3,4 %; fosfor tersedia 0,34 %; protein kasar 14 %; meteonin 0,22 - 0,30%; lisin 0,68 %.

Sedangkan contoh susunan ransum alternatif untuk ayam buras yaitu : ayam buras dalam pertumbuhan dengan konsentrat komersial 29,5 %, jagung 44%; dedak padi 25 %, top mix 0,5 %, tepung kapur 1 % ; ayam buras bertelur -1 dengan layer komersial 71 %, jagung 16 %; dedak padi 12 %, top mix 0,2 %, tepung kapur 0,8 %; dan ayam buras bertelur - 2 dengan konsentrat komersial 30 %, layer , jagung 59,3 %; dedak padi 9 %, top mix 0,7 %, tepung kapur 1 %.
Untuk pencampuran pakan ayam buras, sebaiknya dilakukan secara bertahap. Apabila ayam yang dibudidayakan/dipelihara jumlahnya sedikit, maka pencampuran pakan sebaiknya dilakukan untuk kebutuhan satu minggu atau cukup membuat campuran pakan 10 kg, tujuannya adalah untuk menghindari agar pakan tidak berjamur.

Sebagai pedoman dalam konsumsi pakan untuk anak ayam sebanyak 15 gr/ekor/hari; untuk umur 1 -3 minggu sebanyak 30 gr/ekor/hari; untuk umur 3 -5 minggu sebanyak 60 gr/ekor/hari; untuk umur 6 minggu hingga menjelang bertelur sebanyak 80 gr/ekor/hari dan untuk induk sebanyak 100 gr/ekor/hari 
Dalam pemberian pakan untuk ayam dewasa adalah dua kalisehari, yaitu pagi dan sore , sedangkan air minum diberikan setiap saat. Untuk anak ayam umur 1 hari sampai 12 minggu, pakan dan air minum harus tersedia setiap saat dan tidak terbatas jumlahnya. Pemberian pakan pada anak ayam muda sebaiknya 3 - 4 kali sehari. Hindari pemberian pakan yang berlebihan agar pakan tidak terbuang percuma dan bercamur.
Untuk tempat pakan dan air minum diusahakan terbuat dari bahan yang tidak berkarat, seperti : papan , belahan bambu, plastik, atau belahan paralon. Tempat pakan dibuat berbentuk V supaya lebih efesien karena makanan terkumpul dibagian bawah sehingga ayam sulit untuk mencakarnya. Tempat air minum dan pakan dapt diletakkan di dalam atau di halaman kandang asal tidak terkena air hujan atau sinar matahari langsung.

Sumber : 1) Brosur Teknologi Budidaya Ayam Buran, Balai Besar Pengkasjian dan Pengembangan Teknogi Pertanian, Departemen Pertanian 2008; 2) Pedoman Beternak Ayam Buras, Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian 1996; 3) http: //www.google.co.id/image?g=pakan +ayam+buras &um=1&hl=id&rl2=1T4HPAA-en ID2581D258&tbs=inch:1&ei=WSbpTK70 IILIvQOv59Yyoa&Sa=Hstart husbundry.co.cc (4/10 2010)
Penulis : Sri Hartati (Pusat Pengangan Penyuluhan Pertanian).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.