Selasa, 23 Agustus 2011

Beranda » Bisnis Penggemukan Itik Jantan

Bisnis Penggemukan Itik Jantan

Prospek bisnis daging itik menjadi primadona pada saat ini. Meski ternak itik telah mendarah daging bagi sebagian masyarakat kita, namun saat ini permintaan daging itik semakin meningkat. Sehingga peluang bisnis penggemukan itik ini cukup bagus untuk ditekuni. Disamping itu kondisi wilayah Indonesia cukup sesuai untuk pengembangan sektor agrobisnis yang satu ini. Itik jantan yang dihasilkan pada penetasan telur itik biasanya dihargai sangat murah, karena kecenderungan ternak itik adalah untuk itik petelur, sehingga bisnis penggemukan itik jantan ini relatif memerlukan modal yang kecil. Selain diperoleh dari ternak itik jantan, kebutuhan daging itik juga banyak disuplai dari ternak bebek peking.

Tata Laksana Penggemukan Itik Jantan
Dalam bisnis penggemukan itik jantan, cara yang efektif adalah dengan sistem pemeliharaan secara intensif. Cara ini menggunakan metode itik dikandangkan dan diberi pakan sesuai kebutuhan gizi yang diperlukan. Dalam penggemukan itik jantan ini diperlukan waktu 3 bulan mulai dari anak itik umur sehari sampai itik sudah tumbuh bulu secara lengkap dengan berat badan mencapai 1,6 kg.

Sebelum memulai bisnis penggemukan itik jantan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain:

1. Pemanasan
* Itik yang baru menetas belum mempunyai bulu yang sempurna, belum dapat mengatur suhu tubuhnya, perlu dibantu dengan memberikan pemanasan
* Pemanasan dapat dilakukan dengan lampu minyak tanah/listrik yang diletakan dalam kandang indukan hingga anak itik merasa hangat
* Besarnya panas dari cuaca dan lamanya pemanasan tergantung dari cuaca setempat, biasanyapemberian pemanasan 2-3 minggu dengan suhu berkissar 30-32ยบ C pada minggu kedua, seterusnya suhu semakin menurun seiring bertambahnya bulu
* Cara untuk mengetahui apakah panas sudah cukup atau tidak adalah dengan melihat tingkah laku itik. Bila itik menyebar menjauh dari sumber panas berarti terlalu panas. Bila itik mengumpul dekat sumber panas, berarti masih terlalu dingin. Bila itik menyebar dengan baik, berarti panas sudah cukup.

2. Luas kandang
Bila luas kandang tidak mencukupi, maka kandang akan becek dan mungkin anak itik akan saling menginjak-injak ukuran luas kandang yang perlu disediakan :
* Umur 0 – 4 minggu, ukuran kandang untuk 100 ekor adalah 4 m2
* Umur 4 -8 minggu, ukuran kandang untuk 100 ekor adalah 9 m2
* Umur lebih dari 8 minggu untuk 100 ekor adalah 16 m2
* Pemberian alas kandang dari sekam kering atau serbuk gergaji akan sangat membantu mempertahankan kekeringan kandang

3. Pakan Itik
Biaya pakan merupakan biaya terbesar dalam usaha penggemukan yaitu mencapai 51,6% dari total biaya produksi. Pembelian pakan harus diusahakan seefisien mungkin tetapi memenuhi gizi dan jumlah pakan yang dibutuhkan ternak itik Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan itik

a. Bahan pakan
Penggunaan bahan pakan lokal yang murah dan bermutu baik sangat disarankan agar usaha beternak itik dapat menguntungkan

b. Kebutuhan gizi
* untuk dapat hidup dan bertumbuh baik, itik memerlukan zat gizi air,protein,energi,mineral dan vitamin.
* Kebutuhan zat gizi untuk itik jantan energi 2700 Kkal/kg dan protein 17%
* Untuk kebutuhan vitamin, disarankan agar mengikuti kebutuhan vitamin pada sayuran ras

c. Pakan penggemukan itik jantan
* Itik umur 1 hr – 1 minggu diberi pakan pabrikan (Poor)untuk ayam pedaging DOC dan khusus anak itik umur 1 hari air minumnya diberi gula (air gula) sampai terasa manis jambu
* Itik umur 1 – 2 minggu ramuan pakan 50% poor + 50% dedak padi
* Umur 3 mgg-3 bulan (panen) ramuan pakan 10% jagung giling + 50% dedak padi + 10% menir/gabah +25% keong mas/limbah ikan asin/limbah udang/ikan rucah-rucah/konsentrat + 5% daun kangkung/ganggeng/daun pepaya, dll ditambah dengan vitamin (premik untuk ayam pedaging)sesuai dosis

d. Cara Pemberian pakan
Dapat dilakukan dalam bentuk kering atau yang sudah dibasahi
Pemberian pakan dalam bentuk kering dapat merugikan karena banyak tumpah. Pemberian pakan basah bertujuan untuk mengurangi pakan tumpah cepat basi dan berjamur.

4. Pencegahan penyakit
Pencegahan penyakit harus dilakukan sedini mungkin dengan cara menjaga kebersihan lingkungandan kandang serta mencegah masuknya binatang lain kedalam lokasi peternakan. Apabila terjadi penyakit yang dianggap menular segera laporkan kepada ahli atau dinas peternakan

Kandang yang habis dikosongkan harus dilakukan pembersihan.(Galeriukm).

Sumber: http://epetani.deptan.go.id/budidaya/penggemukan-itik-jantan-1828
Gambar : http://mojokerto-blog.blogspot.com/2007/07/kenapa-ada-itik-mojosari.html


www.jendelahewan.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.