Rabu, 09 Maret 2011

Beranda » Cara Pembenihan Ikan Mas Koki (Carrasius auratus)

Cara Pembenihan Ikan Mas Koki (Carrasius auratus)

Dari berbagai jenis ikan hias yang beredar di Indonesia, ikan mas kokimerupakan jenis ikan hias yang dominan. Hal tersebut terkait dengankelebihannya yaitu harganya yang relatif murah, bentuk siripnya yangindah, kepalanya yang menyerupai kepala singa serta tubuhnya yangdilapisi aneka warna dengan gerakannya yang semampai telah memikat hatipara penggemarnya. Ikan mas koki berasal dari China, namun saat initelah tersebar luas di Indonesia


Jenis Kelamin

Ikan mas koki yang telah matang gonad memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Ikan Betina

- Pada bagian perut agak membesar

- Bentuk dubur besar dan bulat

Ikan Jantan

- Terdapat benjolan kecil warna putih pada tutup insang atau terkadang pada jari-jari pertama sirip dada

- Bentuk dubur oval dan kecil

Kolam Induk

-Induk jantan dan betina yang telah berumur 2 – 4 tahun, ditempatkansecara terpisah dalam bak yang cukup mendapat sinar matahari

- Ukuran bak 2 x 2 x 0,6 m3 yang dilengkapi saluran pengeluaran air

- Air berasal dari air tanah yang telah diendapkan atau ledeng yang kaporitnya telah dinetralisasi

- Untuk menghilangkan kadar kaporit pada air ledeng tambahkan 1 sendok makan sodium thiosulfat per 200 liter air

- Pakan yang diberikan berupa cacing rambut atau pakan buatan dengan kadar protein minimal 15%.

Pemijahan

- Bak Pemijahan dijemur terlebih dahulu sampai dasarnya kering

- Masukkan air setinggi 25 cm, kemudian untuk mengendalikan suhu air digunakan aerator dan thermostat

- Masukkan kakaban atau tanaman air yang mengapung sebanyak 1/3 luas permukaan sebagai tempat menempelnya telur

- Suhu media pemijahan 23-270C, pH 7,2 – 7,5, Oksigen terlarut 5 ppm, kesadahan air 50 – 200 dH ( 1 dH= 7,1 ppm)

- Induk mas koki dimasukkan ke dalam bak pemijahan dengan

perbandingan betina : jantan = 1:3. Pemijahan berlangsung pada malam hari menjelang subuh

- Keesokan harinya, telur-telur hasil pemijahan menempel di kakaban

- Hindarkan telur-telur dari curahan air hujan atau sengatan sinar matahari

- Telur dibiarkan di kakaban sampai menetas, induk dipindahkan kembali ke kolam pemeliharaa induk.

-Untuk menjaga kualitas air pemeliharaan larva, dilakukan penggantiansebagian air dengan cara menyiphon dan meningkatkan aerasi.

-Untuk menghindari tumbuhnya jamur, teteskan malachit green 1 ppm (1 mguntuk 1000 liter air) pada media pemeliharaan. Setelah 15 menit airdibuang dan diganti dengan air yang baru.

- Telur akan menetas dalam waktu 2 hari pada suhu 27 0C menjadi larva ukuran 5 mm

-Setelah larva berumur 2 – 3 hari diberikan pakan berupa jasad renik(moina, daphnia, infusoria dan rotifera), cacing rambut atau makananbuatan

- Seleksi terhadap larva ikan sebaiknya dilakukan secara rutin setelah larva berumur 2 minggu, 3 minggu dan 2-3 bulan

Pemeliharaan di akuarium

Ukuranakuarium yang biasa digunakan untuk memelihara ikan mas koki yaitu 90 x30 x 38 cm. Suhu air pemeliharaan yang sesuai adalah 18 – 21 0C, pH< 8. Pakan yang diberikan berupa pakan alami atau pakan buatansebanyak satu kali/ hari. Proses penggantian air dilakukan seminggusekali sebanyak ¼ - 1/3 bagian dengan cara menyipon, sedangkan untukmembersihkan kotoran yang melayang dalam air digunakan filter.

Source : http://www.perikanan-budidaya.kkp.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.