Selasa, 28 Juni 2011

Beranda » Tips Merawat & Memelihara Tokek

Tips Merawat & Memelihara Tokek


Memilih jenis tokek

Jenis tokek yang ada di pasaran memang sangat banyak. Ada jenis tokek lokal dan ada pula jenis tokek import. Sebagai bahan pertimbangan ketika akan memilih, tokek lokal mampu tumbuh hingga besar, jauh melebihi ukuran tokek import. Tokek lokal juga memiliki kemampuan memanjat dinding dan mampu berlari dengan cepat. Point jelek dari tokek lokal adalah cenderung galak dan agresif. Sementara toke import lebih tenang dengan gerakan yang relatif lamban. Tokek ini juga jinak sehingga tidak berbahaya bagi anak-anak. Dari sisi harga, tokek import lebih mahal dibandingkan dengan tokek lokal. 

Serangga adalah makanan tokek. Jenis makanan ini akan merangsang tokek menjadi lebih besar. Dengan demikian, Anda dapat memberikan jangkrik sebagai makanan tokek. Itu untuk tokek import. Namun, tokek lokal tidak terlalu memilih-milih jenis makanan. Selain jangkrik, tokek lokal juga menyukai makanan berprotein seperti udang kering. Jangan sekali-kali memberikan makanan seperti roti kepada tokek Anda. Untuk asupan protein, Anda bisa memberikannya telur rebus. Telur ayam kampung baik untuk pertumbuhan tokek.


Mengenal sifat tokek 
Tokek mempunyai sifat tahan lapar serta tahan cuaca. Jadi jika tokek anda tidak diberi makan selama 1 – 2minggu, itu tidak menjadi masalah. Pada cuaca panas atau dingin pun tokek bisa menyesuaikan diri. Sifat yang berikutnya tokek bersifat agak kanibal. Jadi jika tokek dikumpulkan dalam satu kandang dan saat merasa lapar maka tokek bersifat kanibal yaitu memakan temannya sendiri. Oleh karena itu, sebaiknya dalam 1 kandang berisi 1 tokek saja supaya tidak ada persaingan makanan. Namun jika tidak memungkinkan usahakan maksimal 2 ekor tokek dalam 1 kandang.

Mencegah Stress
Tokek adalah hewan yang mudah sekali mengalami stres. Rata-rata hewan ini mati karena stres. Jangan sekali-kali anda memindah-mindahkan tokek anda ke tempat lain. Jika sekali diletakkan di kandangnya, jangan dipindahkan lagi, baik tokek maupun kandangnya. Tujuannya supaya tokek tidak stres. Jika tokek stres maka akan mengakibatkan hewan ini menjadi mogon makan dan berujung pada kematian.


Agar tokek mudah beradaptasi 
Tokek yang baru ditangkap dari alam, lalu dimasukkan ke dalam kandang biasanya akan mogok makan selama 2 minggu atau lebih. Namun, untuk mempercepat proses adaptasi tokek dengan lingkungan barunya maka anda harus menempatkannya di kandang yang terbuat dari kayu karena mirip dengan habitatnya. Selain itu, sediakan tempat persembunyian berupa potongan bambu. Tempat ini membuatnya nyaman. 


Memegang tokek 
Tokek memang hewan yang agak menakutkan karena suka menggigit, terutama tokek lokal. Anda harus hati-hati karena jika menggigit akan sangat sulit dilepas darinya. Jadi jika ingin memegangnya, harus menggunakan sarung tangan. Pegang tokek dari posisi belakang pada bagian kepalanya, jangan ekornya; sedangkan jempol dari jari lainnya menahan rahang/ tengkuk. Jika ekornya dipegang, tokek akan melepaskan ekornya sebagai cara melindungi bahaya, seperti, cecak. Namun jika tokek menggigit anda, sinar mulutnya dengan air hangat atau alihkan gigitannya dengan benda agak lunak seperti ikan. 


Mencerahkan warna tokek
Daya tarik tokek terletak pada bentuknya yang imut dan warnanya yang beragam, mulai dari hitam, hijau, kuning, cokelat, hingga hitam. Bercak dan totol yang membalut permukaan kulitnya juga menjadi aksen tersendiri. Penampilan tokek akan kian menawan jika warnanya semakin kinclong dan cerah. Untuk mencerahkan warna kulit, Anda bisa memberikannya pakan jangkrik. Setiap dua hari sekali, berikan tokek Anda pakan jangkrit sebanyak 7-10 ekor. Berikan pula wortel secukupnya sebagai pakan tambahan.



Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.