Jumat, 22 Oktober 2010

Beranda » Melatih Merpati Balap

Melatih Merpati Balap

Kunci utama agar merpati sprint mau hinggap pada pasangannya adalah harus sudah giring keket atau birahi. Periode birahi mengalami siklus naik setelah sehari paska bertelur yang kedua. Jangan paksakan melatih burung merpati jika belum keket, karena mungkin saja pejantan anda justru akan terbang menghilang. Untuk lebih mempercepat proses giring anda bisa menggunakan obat atau jamu yang dijual dengan harga berkisar 20 ribu. Setelah ada tanda giring, lepaskan pejantan dari kandang dan biarkan dia berkeliaran di sekitar betina. Waktu yang paling tepat untuk membebaskan pejantan sekitar pukul 9 hingga 11 siang karena cuaca masih hangat. Cuaca hangat akan semakin mempercepat proses giring. Sambil membiarkan pejantan dilepas, sandingkan juga merpati betina dengan pejantan lain sehingga merpati jantan tersebut akan semakin “cemburu”.
Kepakkan sayap burung betina beberapa kali untung menggoda pejantan. Lakukan hal ini selama 5 hari terus menerus dengan frekuensi 4 kali sehari. Bisa juga dengan mengembangkan sayap burung betina dan sodorkan ketiak betina diatas kepala pejantan. Jika sudah ada respon mendekat, pindahkan betina ke lokasi lain dan biarkan burung jantan mengejar. Masih dianggap kurang keket? Gunakan kandang pelepas yang bertingkat dan letakkan betina di bagian bawah dan pejantan asing diatasnya. Jika pejantan pasangan sudah agresif menghampiri, buatlah jarak yang semakin menjauh dengan kelipatan jarak 15 meter.

Jika lokasi anda sudah tidak mencukupi untuk latih terbang pilihlah tanah lapang atau persawahan dengan halangan seminimum mungkin.. Pada merpati yang memiliki karakter terbang susur sangat rendah, sawah yang dipenuhi padi akan membuat merpati terbang lurus mendatar menyusuri permukaan sedangkan sawah tanpa tanaman membuat burung terbang bergelombang kecil. Hindari adanya pohon tinggi di kanan kiri lintasan. Banyak kasus burung menjadi kehilangan arah dan justru melesat ke atas dan semakin bingung mencari pasangannya. Waktu yang ideal adalah pukul 8 hingga 9 pagi untuk merpati bakalan, sedangkan merpati dewasa dapat dilatih antara pukul 3 hingga 5 sore hari. Jangan berganti ganti tempat latihan jika merpati anda masih selalu terlambat mendeteksi keberadaan merpati pasangannya.

Jangan menerbangkan merpati bakalan dalam cuaca berangin atau mendung. Selain menguras fisik merpati yang masih lemah, juga akan mempengaruhi mental merpati. Cuaca gelap juga menyebabkan merpati kesulitan menentukan arah. Sering sekali terjadi merpati hilang saat merpati dilepas menjelang hujan


Untuk menghasilkan sprinter yang bagus maka merpati dibiasakan terbang rendah. Caranya joki harus sering melakukan teknik keplek dengan posisi jongkok. Merpati muda lebih mudah dibentuk karakternya. Walaupun tidak semua merpati memiliki karakter demikian tetapi teknik ini setidaknya akan mengurangi ketinggian terbang merpati dari biasanya. Bisa dibantu juga dengan memanfaatkan merpati rendah yang sudah jadi. Untuk jarak pelepasan 200 meter bisa diulang hingga 3 kali setiap latihan dan semakin lama semakin jauh.

Posisi tangan joki jangan pernah mendahului merpati betina. Lebih baik dibelakang tangan kanan. Posisi tangan yang salah justru menyebabkan merpati jantan kesulitan melihat pasangannya atau akan ragu ragu untuk mendarat. Pelajari pula tata tertib lomba dalam hal menangkap merpati sprint. Jangan sampai kemenangan anda di diskualifikasi juri hanya karena masalah sederhana.

Carilah partner terbang yang seimbang sehingga merpati muda mudah mengikuti kecepatan terbang. Terbang sendiri tidak memancing burung merpati mengeluarkan seluruh performanya. Mengadu merpati bakalan dengan merpati juara yang memiliki karakter terbang zig zag justru membuat merpati bakalan anda keluar dari lintasan. Tetapi jika anda tidak sengaja menemukan bakalan berkarakter zig zag maka bisa jadi anda beruntung di kemudian hari

Gunakan atribut yang konsisten. Sudah rahasia umum jika warna menjadi pemandu burung merpati. Jangan pernah berganti warna pakaian saat menjoki. Jika ingin lebih maksimal maka anda bisa gunakan beberapa asisten untuk berdiri di belakang anda dengan warna yang seragam. Teriakan juga akan mempermudah merpati mencari pasangannya. Panggilah nama merpati dengan keras. Sebelumnya burung harus sering dibiasakan dipanggil saat memberi makanan

Karena bulu adalah senjata dalam adu merpati, maka jagalah keutuhan bulu ini dengan hati hati. Teknik memegang haruslah dengan mengunci rapat seluruh sayap sehingga burung tidak dapat mengepakkan sayap dengan liar. Gunakan juga sangkar pelepas yang aman. Jangan gunakan kandang yang memiliki bahan dari kawat strimin. Gupon atau sarang juga diperhatikan bahan dan bentuknya. Jangan terlalu sempit karena membuat ujung bulu ekor menjadi sobek

Penjemuran burung merpati adalah perlu. Selain berfungsi untuk menjaga bulu tetap kering, penjemuran juga akan membuat merpati tidak kehilangan nafas. Cukup satu jam saja pada pukul 8 setiap paginya. Berilah jamu khusus burung merpati atau bisa juga dengan meracik sendiri. caranya kencur, sunthi, kopi, telur madu kunyit dicampur dan diaduh sampai halus. Berikan 3 hari sekali sebesar butiran jagung cukup satu buah saja

Jika anda melatih merpati lebih keras dari biasanya, urutlah pangkal sayap selesai latihan. Hal ini sangat membantu memulihkan otot yang tegang, Semprotkan pula air secara halus ke sekitar kaki. Beri air secukupnya dan beras merah.
Selamat berlatih

Source :  http://www.petsgaleri.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.